5 Alasan Jangan Terlalu Sering Membunyikan Klakson

Alasan Jangan Terlalu Sering Membunyikan Klakson

Alasan Jangan Terlalu Sering Membunyikan Klakson – Salah satu fitur keselamatan yang disematkan pada kendaraan Anda adalah klakson. Komponen ini juga perlu Anda rawat dengan baik agar fungsinya bisa maksimal. Dengan klakson, Anda dapat memberi tanda kepada pengendara lain, apakah Anda hendak mendahului atau berbelok, dan lain-lain. Ini sangat penting jika Anda ingin naik motor dengan aman dan nyaman.

Namun, ada pula banyak hal harus Anda perhatikan jika hendak membunyikan klakson. Jika tidak memahami apa saja yang harus dilakukan ketika hendak membunyikan klakson, tujuan Anda menggunakan fitur ini tidak tercapai. Bahkan, membunyikan klakson sembarangan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika sering membunyikan klakson.

Alasan Jangan Terlalu Sering Membunyikan Klakson

Kerasnya Klakson Bisa Mengganggu Konsentrasi Pengendara Lain

Naik motor membutuhkan konsentrasi. Jika sebentar saja kehilangan konsentrasi, risiko terjatuh atau mengalami kecelakaan bisa besar. Nah, jika Anda membunyikan klakson dengan suara keras, pertimbangkan faktor ini. Bunyi keras yang dihasilkan dari klakson dapat mengganggu konsentrasi pengendara lain.

Efek buruknya, karena konsentrasi buyar, pengendara lain dapat mengambil keputusan yang salah tanpa disadari. Misalnya, pengendara yang hilang konsentrasi ini tiba-tiba menambah kecepatan karena merasa diburu-buru oleh klakson yang Anda bunyikan. Padahal, seharusnya ia hanya meminggirkan kendaraan dan membiarkan Anda mendahului. Pecah konsentrasi ini sangat berbahaya sehingga Anda perlu bijak dalam membunyikan klakson.

Klakson yang Keras Dapat Membuat Orang Lain Stres

Efek buruk lainnya, klakson yang Anda bunyikan dengan keras dapat menjadi biang kerok stres orang lain. Ini juga berpotensi mengubah keputusan seseorang atau pengendara motor. Alih-alih hendak berbelok ke kiri, pengendara yang kaget dan stres karena bunyi klakson yang keras, malah mengambil arah ke kanan. Ini hanya contoh kecil akibat klakson yang keras, yang bisa jadi memicu stres orang lain dan berisiko membawa celaka.

Untuk itu, bijaklah ketika membunyikan klakson. Cukup yang wajar saja dan lakukan dalam waktu dan situasi yang tepat. Jika memungkinkan, jangan sampai membuat pengendara lain kaget, apalagi yang berpotensi memicu stres. Lebih buruk lagi, orang lain yang stres karena ulah Anda dengan membunyikan klakson sembarangan, akan memarahi Anda. Pertengkaran pun mudah tersulut gara-gara hal ini.

Menyulut Emosi karena Bunyi Klakson

Terkait dengan uraian sebelumnya, kerasnya bunyi klakson yang memantik kemarahan orang lain, dapat membakar emosi pengendara lain terhadap Anda. Selain marah-marah, pengendara lain bisa saja berbuat yang destruktif, seperti merusak kendaraan Anda. Ini karena emosi yang tak terkendali gara-gara bunyi klakson yang tidak wajar. Jika Anda selama ini merasa sering membunyikan klakson, dengan suara keras, namun kurang memperhatikan situasi dan kondisi sekitar jalan raya, segera perbaiki tindakan tersebut. Anda tetap harus mengedepankan kenyamanan orang lain selain kenyamanan diri sendiri.

Selain bisa menyulut emosi, bunyi klakson yang keras juga berpotensi mengurangi kemampuan pendengaran. Ini karena sistem pendengaran manusia mempunyai batasan terhadap suara yang ditangkapnya. Jika telinga menangkap suara yang sangat keras, kemampuan pendengaran pun dapat menurun atau terganggu. Ini perlu Anda perhatikan agar bijak dalam menggunakan klakson.

Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Ganti Klakson 

Selain beberapa hal yang sudah diuraikan di atas, Anda juga perlu hati-hati jika ingin ganti klakson. Jangan sampai hanya karena ingin suara klakson lebih keras, Anda melakukan kesalahan fatal. Misalnya, mengganti klakson motor dengan klakson mobil. Cara ini hanya akan mengganggu sistem kelistrikan motor Anda. Aki juga bisa lebih cepat soak atau rusak. Ini karena klakson mobil dapat menguras sistem kelistrikan yang ada pada motor kesayangan Anda.

Jika benar-benar ingin ganti klakson, jangan menggantinya dengan klakson mobil. Tetap gunakan klakson khusus untuk motor, namun jangan lupa tambahkan alat untuk meningkatkan daya. Ini karena klakson pengganti atau tidak standar mengeluarkan suara lebih keras, sehingga membutuhkan daya lebih besar. Namun, tetap lebih bijak untuk menggunakan klakson standar atau bawaan pabrik, yang bisa menghemat energi aki.

Bijak Gunakan Klakson, Bijak Juga Gunakan Oli 

Membunyikan klakson tidak boleh sembarangan, apalagi dengan suara kerasnya. Perlu beberapa pertimbangan seperti yang diuraikan di atas. Jika Anda sudah memahaminya, setidaknya Anda sudah menerapkan cara berkendara yang aman dan nyaman, bagi diri sendiri dan orang lain. Bijak menggunakan klakson, ikuti juga dengan bijak menggunakan oli. Cara ini akan melengkapi nikmatnya Anda berkendara dengan motor kesayangan.

Terkait dengan klakson Anda disarankan untuk menggunakan versi standar atau bawaan pabrik, untuk oli gunakan pula yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan Anda. Jika motor Anda adalah motor matik 150 cc, gunakan saja oli X-TEN Double Ester Matic. Oli ini memiliki umur lebih panjang hingga 6.000 km, bahkan lebih. Dengan demikian, performa motor Anda akan terjaga dengan baik, tenaga mesinnya pun mumpuni. Oli ini bikin mesin tahan lama.

Lapisan ester X-TEN Double Ester Matic memproteksi mesin dari gesekan sisa pembakaran oli sehingga mesin adem, tetap bersih, bertenaga, dan hemat BBM. Berdasarkan penelitian, mesin kendaraan yang menggunakan X-TEN Double Ester Matic, dalam jangka waktu yang panjang, tingkat keausan mesinnya hanya 5-10%. Hal ini karena bahan ester khusus yang digunakan X-TEN Double Ester Matic membentuk semacam lapisan yang melindungi permukaan mesin dari gesekan. Ini juga menyebabkan kendaraan yang menggunakan X-TEN Double Ester Matic lebih hemat pemakaian BBM-nya.

Oli X-TEN Double Ester Matic juga sudah mendapatkan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Japanese Automotive Standard Organization (JASO) – JAPAN. Anda bisa membeli oli ini di Planet Ban.

Leave a Reply

Your email address will not be published.